Berdebar, senang, haru dan bahagia bercampur jadi satu. Itulah perasaan para wisudawan dan wisudawati IKIP PGRI Bojonegoro, yang tergambar jelas di raut wajah para sarjana yang tengah mengenakan toga, tanda telah purna masa belajar empat tahun di bangku perkuliahan Strata I. Sabtu (28/9/2019) di Gedung Tri Dharma Kota Bojonegoro Jawa Timur, mereka resmi dikukuhkan menyandang gelar sarjana.

Tak hanya para wisudawan yang bahagia, tentu orang tua yang selama ini mendukung baik secara materi dan doa, sesekali terlihat berkaca-kaca saat melihat putra-putrinya mengenakan toga bergantian maju satu persatu saat Rapat Terbuka Senat IKIP PGRI Bojonegoro. Inilah tanda bahwa jerih payah sang ayah dan ibu selama empat tahun ini tak sia-sia mengantarkan putra-putrinya meraih gelar sarjana.

Begitu juga dengan pasangan suami istri Tabri dan Mundarwatik, warga Dusun Sempu Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan ini, yang sesekali matanya terlihat berbinar haru melihat putrinya didapuk menjadi lulusan terbaik dengan nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,99.

Iya, putri pasangan petani ini bernama Siska Putri Astuti dari Program Studi Pendidikan Matematika, dikukuhkan sebagai lulusan terbaik dengan nilai IPK hampir sempurna 3,99.

“Bangga dan bahagia, selama ini kerja keras kami berdua tidak sia-sia. Meski terlahir dari keluarga petani bersyukur anak saya sekarang sudah sarjana dan sangat membanggakan,” kata Tabri, ayah Siska Putri Astuti dengan nada bergetar penuh kebahagiaan.

Sangat jelas sekali perasaan bahagia Tabri dan sang istri, tak bisa disembunyikan, melihat sang putri mendapat nilai memuaskan. Meski begitu, pasangan orang tua ini selalu berpesan kepada putrinya agar tak mudah puas dan harus tetap belajar agar menjadi lebih baik lagi.

“Semoga Siska tak mudah puas dengan apa yang diperoleh hari ini, tidak boleh terlena, tidak boleh tinggi hati dan tetap belajar menjadi yang lebih baik,” pesan Tabri yang diamini sang istri Mundarwatik, ibu tercinta Siska.

Menjadi lulusan terbaik tentu adalah cita-cita semua mahasiswa apalagi orang tua, begitu juga dengan alumni mahasiswa Prodi Matematika yang sekarang bergelar Siska Putri Astuti, S.Pd ini.

Meski menjadi lulusan terbaik adalah impiannya, tapi Siska tak menyangka bisa meraih nilai tertinggi, apalagi ia masuk di bidang yang membutuhkan keuletan dan ketelatenan lebih, yaitu Program Studi Pendidikan Matematika.

“Awalnya tidak terfikir karena juga saingannya berat, tapi memang impian saya maju sebagai wisudawan terbaik didampingi orang tua. Karena pas pertama masuk IKIP PGRI Bojonegoro tujuan saya yaitu apapun hasilnya itu untuk orang tua, syukur-syukur jadi yang terbaik, dulu fikiran saya begitu,” ungkap wisudawati peraih IPK 3,99 ini, penuh haru.

Siska masih ingat betul pesan sang guru saat ia masih duduk di bangku SMA. Gurunya waktu itu berkata, bahwa mata pelajaran matematika itu saling terkait. Jadi belajarnya pun harus rutin setiap hari. Artinya belajar harus bertahap.

Matematika tidak bisa dipelajari semalam saja, kenang putri pasangan Tabri dan Mundarwatik ini bercerita, tapi belajar ilmu hitung ini harus rajin. Sebab materi sebelumnya menunjang keberhasilan untuk menguasai materi yang akan dipelajari setelahnya.

“Intinya belajar itu penting. Jika ada tugas, segera diselesaikan, supaya tidak numpuk dengan tugas lain. Dan yang paling penting minta doa orangtua dan kita pun jangan pernah lupa mendoakan ayah dan ibu yang telah berjuang untuk kita,” tutup Siska mengenang perjalanannya selama empat tahun menempuh pendidikan di Kampus IKIP PGRI Bojonegoro.

 

*Berita ini sudah diunggah di media online www.blokBojonegoro.com yang sudah terverifikasi Dewan Pers,  dan penulis  adalah humas IKIP PGRI Bojonegoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *