
Humas IKIP PGRI Bojonegoro – Ruang UPT pusat karir IKIP PGRI Bojonegoro tampak berbeda pada Rabu (29/4). Dosen Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) IKIP PGRI Bojonegoro menyambut perwakilan dari BMT NU Ngasem. Kegiatan kali ini bukan untuk urusan perbankan biasa, melainkan untuk merajut kolaborasi strategis dalam penguatan literasi dan sinergi untuk dunia pendidikan.
Kerja sama ini bertujuan menjembatani jurang antara teori akademik di kampus dengan praktik nyata di lembaga keuangan mikro. Dekan FPMIPA IKIP PGRI Bojonegoro, Dr. Puput Suriyah, M.Pd., menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki “kepekaan lapangan” agar rumus matematika yang dipelajari memiliki dampak sosial.
“Kami ingin mahasiswa melihat bagaimana logika matematika bekerja dalam sistem ekonomi kerakyatan, bukan sekadar angka di atas kertas,” ujar beliau.
Manajer Utama BMT NU Ngasem, Ustadz Wahyudi, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, sinergi dengan para akademisi membantu pihaknya dalam memutakhirkan sistem edukasi bagi anggota. “Sinergi ini adalah gayung bersambut. Kami punya basis massa, kampus punya instrumen keilmuan,” katanya.
Ke depan, kolaborasi ini akan diwujudkan dalam penelitian bersama, hingga pelatihan atau magang bagi mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga siap berkontribusi bagi ekonomi lokal Bojonegoro.