Tingkatkan Literasi Anak, Mahasiswa PPkN IKIP PGRI Bojonegoro Gelar Membaca Dongeng dan Bookish Play di CFD Alun-Alun

Humas IKIP PGRI Bojonegoro – Berbagai cara kreatif dilakukan untuk meningkatkan minat baca sejak dini. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPkN) IKIP PGRI Bojonegoro menggelar aksi literasi unik bertajuk “Aktivitas Membaca Dongeng dan Bookish Play Bersama” di area Car Free Day (CFD) Alun-Alun Bojonegoro pada Minggu pagi 17 Mei 2026.

Kegiatan yang menyasar anak-anak yang sedang berkunjung ke CFD ini memadukan dunia literasi dengan aktivitas motorik yang seru. Tidak hanya membaca, para mahasiswa juga mengajak anak-anak terlibat aktif dalam bookish play—sebuah metode bermain berbasis cerita dari buku yang dibaca—serta mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional.

Ketua Pelaksana Kegiatan,Fika Nur Fadhilah, menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah menciptakan ekosistem belajar yang merdeka dan menyenangkan bagi anak.

“Kami ingin menunjukkan bahwa membaca itu tidak membosankan. Melalui metode bookish play, cerita dalam buku menjadi hidup karena anak-anak mempraktikkannya langsung lewat permainan. Tujuan besar kami adalah meningkatkan budaya literasi, mengasah kreativitas, sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional yang sarat nilai luhur kepada anak-anak,” ujarnya.

Kolaborasi Literasi dan Permainan Tradisional

Di tengah gempuran gadget, lapak literasi yang digelar mahasiswa PPkN IKIP PGRI Bojonegoro ini justru menjadi magnet bagi anak-anak dan orang tua. Setelah sesi membaca dongeng interaktif selesai, anak-anak diajak membuat prakarya kreatif yang berkaitan dengan tokoh dongeng tersebut.

Tak kalah seru, area CFD juga disulap menjadi arena permainan tradisional seperti [sebutkan contoh permainan, misal: engklek, dakon, atau egrang bambu]. Permainan ini sengaja disisipkan sebagai bagian dari pendidikan karakter warga negara (civic education) untuk melestarikan warisan budaya lokal.

Koordinator Prodi, Sely a, M.Pd. menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, aksi ini merupakan wujud nyata dari pengabdian masyarakat dan implementasi nilai-nilai kewarganegaraan.

“Sebagai calon pendidik, mahasiswa PPkN tidak hanya belajar teori di kelas. Aksi nyata di fasilitas publik seperti CFD ini membuktikan bahwa mereka peduli pada masa depan literasi dan karakter generasi bangsa,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga Bojonegoro. Salah satu orang tua yang hadir, Siti Hanifah (37), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan edukatif ini di area CFD.

“Anak saya jadi betah lepas dari HP. Tadi ikut dengerin dongeng terus main permainan tradisional sama kakak-kakak mahasiswa. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan setiap hari Minggu,” tutur Siti Hanifah.

Melalui kegiatan ini, Prodi PPkN IKIP PGRI Bojonegoro berharap dapat menginspirasi komunitas lain untuk terus menggalakkan gerakan literasi dengan cara-cara yang kreatif, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.