JagatSembilan.com | Bojonegoro -Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IKIP PGRI Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi daerah melalui pendampingan intensif terhadap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Kecamatan Kedewan, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam persiapan launching wisata terintegrasi Kecamatan Kedewan.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui berbagai tahapan mulai dari kajian potensi wisata, penyusunan konsep paket wisata terintegrasi, pemetaan rute wisata, penguatan branding kawasan, hingga penyusunan konsep wisata berbasis pengalaman (experience tourism).
Taufiq Hidayat, Ketua LPPM IKIP PGRI Bojonegoro menyampaikan bahwa Kecamatan Kedewan memiliki potensi wisata yang sangat kuat dan unik karena mengintegrasikan wisata geopetroleum, agroforestry, budaya masyarakat, wisata edukasi, hingga kuliner khas lokal dalam satu kawasan wisata terintegrasi.
“Wisata Kedewan memiliki diferensiasi yang sangat kuat. Tidak banyak daerah yang memiliki kombinasi antara geopark minyak tradisional, agroforestry, budaya lokal, dan wisata edukasi dalam satu kawasan. Ini menjadi modal besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif unggulan Bojonegoro,” ujarnya. Rabu (20/05/2026).
Dalam proses pendampingan, tim LPPM IKIP PGRI Bojonegoro turut membantu penyusunan konsep Kedewan Geopark Trip, desain paket wisata terintegrasi, penyusunan tourism storytelling map, analisis SWOT dan PESTEL, branding wisata KaGeT (Kedewan Geopark Trip), hingga pengembangan identitas kuliner khas Kedewan seperti ALPUGAN, KOPI DEWA BEJI, ES WERENG, SEGORO, SEGUWEK dan SEGOTRI yang semua terminology dikonsep oleh LPPM IKIP dan dikonsultasikan kepada Disbudpar untuk digunakan sebagai branding kuliner Kedewan.
Selain itu, tim juga melakukan feasibility study lapangan bersama Disbudpar, Camat Kedewan, dan Pokdarwis untuk memastikan kesiapan rute wisata, durasi perjalanan, titik kunjungan, hingga pengalaman wisata yang akan disajikan kepada tamu undangan pada saat launching.
Camat Kedewan Mudlofir menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif LPPM IKIP PGRI Bojonegoro dalam mendampingi pengembangan wisata kawasan Kedewan yang tidak hanya berhenti dikajian saja, namun sampai pada launching wisata.
“Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari LPPM IKIP PGRI Bojonegoro. Pendampingan ini membuat pengembangan wisata Kedewan memiliki arah yang lebih terstruktur, berbasis kajian, dan memiliki konsep yang jelas,” ungkapnya.
Lasuri dari Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro pada sesi FGD persiapan launching wisata kedewan mengapresiasi langkah Kepala Disbudpar dalam menggandeng Perguruan Tinggi lokal dalam hal ini LPPM IKIP PGRI Bojonegoro karena kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun wisata Kedewan secara berkelanjutan.
Elzadeba Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa launching wisata Kedewan akan menghadirkan konsep wisata berbasis Geopark dengan pengalaman perjalanan yang menghubungkan Agroforestry Hargomulyo, Kampung Tumo, Rumah Singgah Kawengan, kawasan geopetroleum Teksas Wonocolo, Sumur Mluntur, hingga wisata agro dan kuliner lokal masyarakat.
Melalui pendampingan LPPM IKIP PGRI Bojonegoro Elza berharap wisata Kedewan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata baru, tetapi juga mampu menjadi model pengembangan wisata terintegrasi berbasis masyarakat dan potensi lokal di Kabupaten Bojonegoro.