LPM Sinergi dan Kepenyiaran— Setelah sempat vakum dari ruang siar, LPM Sinergi & Kepenyiaran IKIP PGRI Bojonegoro kembali menyapa pendengar melalui episode perdana program “PODCAST Divisi Kepenyiaran” pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Siaran Divisi Kepenyiaran dengan mengangkat tema “Inovasi Media LPM dalam Diseminasi Informasi melalui Podcast”.Episode perdana ini dipandu oleh Remaya Febrianti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro. Dalam suasana santai namun penuh makna, podcast menghadirkan narasumber inspiratif, Atfalin Zahro’, S.Pd., Gr. atau yang akrab disapa Kak Alin, seorang pendidik sekaligus praktisi komunikasi.
Kak Alin merupakan alumni IKIP PGRI Bojonegoro yang kini berprofesi sebagai Guru di SMP Negeri 2 Kalitidu. Ia juga merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Selain aktif di dunia pendidikan, ia juga pernah berkarier sebagai penyiar radio selama kurang lebih lima tahun di Radio Istana FM.
Dalam sesi wawancara, Kak Alin membagikan perjalanan kariernya mulai dari masa kuliah, pengalaman di dunia penyiaran, hingga akhirnya menekuni profesi sebagai guru. Menurutnya, setiap fase kehidupan memberikan tantangan sekaligus pelajaran berharga yang membentuk dirinya hingga saat ini.
Pengalaman organisasi juga menjadi topik menarik dalam perbincangan tersebut. Selama kuliah, Kak Alin aktif di berbagai organisasi, seperti Ketua UKM Radio, Badan Eksekutif Mahasiswa , serta pengurus di lingkungan akademik. Ia menilai organisasi memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pola pikir kritis mahasiswa.
“Sebagai mahasiswa jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), karena pengalaman di luar kelas juga penting untuk membentuk kemampuan dan relasi,” ujarnya.
Ia mengajak mahasiswa untuk aktif mengembangkan diri dan tidak hanya berfokus pada kegiatan perkuliahan semata. Selain itu ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi generasi muda saat ini. Menurutnya, kemampuan menyampaikan ide dengan baik menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial.
Podcast ini juga membahas isu pendidikan terkait wacana penghapusan beberapa program studi pendidikan akibat ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan kebutuhan tenaga kerja. Menanggapi hal tersebut, Kak Alin menilai bahwa kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam dan tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas lulusan semata.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat mencetak tenaga kerja, tetapi juga ruang intelektual yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan menjadi penyeimbang terhadap kebijakan pemerintah maupun dinamika masyarakat.
Menurutnya, kebijakan tersebut memang dapat memberikan dampak positif seperti mengurangi angka pengangguran, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan kekhawatiran bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan terkait masa depan ijazah dan peluang kerja mereka.
Di akhir sesi, Kak Alin memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa dan calon pendidik agar terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia pendidikan maupun dunia kerja. Ia menekankan pentingnya memperdalam ilmu, memperluas relasi, serta menjaga kesehatan mental agar tidak mudah pesimis menghadapi ketidakpastian di masa depan.
“Ada beberapa fondasi yang bisa diikutin. Pertama, keilmuannya diperdalam. Kedua, perbanyak koneksi. Ketiga, menjaga kesehatan mental dan jangan merasa pesimis,” pesen Kak Alin.
Kegiatan podcast ini juga didukung oleh tim Multimedia IKIP PGRI Bojonegoro yang turut membantu kelancaran produksi. Melalui podcast ini, LPM Sinergi & Kepenyiaran berharap dapat menjadi wadah penyebaran informasi sekaligus ruang diskusi yang inspiratif bagi mahasiswa.
Dengan hadirnya kembali podcast ini, diharapkan mampu menjadi media yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun kesadaran kritis dan semangat kolaborasi di kalangan mahasiswa.