Humas IKIP PGRI Bojonegoro – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IKIP PGRI Bojonegoro menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Mengusung tema “Smart and Integrated Tourism for Sustainable Village Development“, kegiatan ini menjadi forum diskusi strategis untuk menyelaraskan program Kuliah Kerja Mahasiswa dengan potensi serta kebutuhan pengembangan desa wisata di Kabupaten Bojonegoro.
FGD kali ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Ardhian Orianto, S.STP., Sekretaris BRIDA Kabupaten Bojonegoro, dan M. Amin Asrofin, S.H., Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Keduanya menyampaikan materi mengenai inovasi pembangunan daerah, pengembangan desa wisata, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa peserta KKM memperoleh wawasan mengenai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, pemanfaatan teknologi dalam pengembangan pariwisata, hingga penyusunan program kerja yang berdampak nyata bagi desa sasaran.
Rektor IKIP PGRI Bojonegoro dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. “Pelaksanaan Focus Group Discussion ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa secara terarah, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menggali potensi desa melalui pendekatan kolaboratif, khususnya dalam pengembangan pariwisata yang cerdas dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Junrti, M.Pd. Rektor IKIP PGRI Bojonegoro
Sementara itu, Ketua LPPM IKIP PGRI Bojonegoro Dr. Taufiq Hidayat, M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja KKM yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“FGD KKM Tahun 2026 menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mahasiswa dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui tema Smart and Integrated Tourism for Sustainable Village Development, kami berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang mendukung pengembangan desa wisata sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal,” jelas beliau.
Melalui kegiatan ini, LPPM IKIP PGRI Bojonegoro berharap seluruh peserta KKM memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi lapangan serta mampu merancang program pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya Focus Group Discussion KKM Tahun 2026, IKIP PGRI Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembangunan desa, penguatan inovasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.